MAKALAH
Media Pembelajaran
Fiqih MI
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas
Fiqih MI
PGMI F Semester VI
Dosen Pengampu :
rs. Nurul Hidayat, M.Ag
Oleh Anggota :
Siti Alfiani ( 2817133180 )
Siti Khofifah ( 2817133183 )
Wiji Triutami ( 2817133204 )
Zayyina Zahro ( 2817133212 )
Mahani Buana Putri (
2817133218 )
Rika Rahmawati ( 2817133219 )
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
IAIN TULUNGAGUNG
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, nikmat, serta
hidayatNya kepada kita semua. Sholawat serta salam semoga tetap tersanjungkan
kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW yang sangat kita harapkan
syafa’atnya di hari kiamat nanti. Dengan
terselesaikannya makalah ini tak lupa kami sampaikan terimakasih kepada :
1.
Bapak Drs. Nurul Hidayat, M.Ag selaku dosen mata kuliah Pembelajaran Fiqih MI
2.
Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu terselesaikannya
makalah ini.
Sebagaimana
pepatah yang menyatakan tak ada gading yang tak retak, maka penulisan makalah
inipun tentunya tiada terbebas dari kekurangan dan kelemahan di dalamnya. Untuk
itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan mengharap tegur sapa serta saran-saran penyempurnaan agar kekurangan dan
kelemahan yang ada tidak sampai mengurangi nilai dan manfaatnya bagi
pengembangan mutu pendidikan umumnya.
Tulungagung, 8 Februari 2017
Penulis
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR…………………………………………………. i
DAFTAR ISI…………………………………………………..………. ii
BAB I (PENDAHULUAN)
A. Latar
Belakang…………………………………………..……. 1
B. Rumusan
Masalah……………………………………..……… 2
C. Tujuan
Masalah……………………………..………………… 2
BAB II (PEMBAHASAN)
A. Pengertian Media………………………………...…………….. 3
B. Jenis-Jenis
Media Pembelajaran……………...………………. 4
D. Langkah
Penyiapan Media……………………..……….…....... 9
1.
Media Berbasis Manusia…………..……….....…………….. 9
2.
Media Berbasis Cetakan …………………..…..…………..... 9
3.
Media Berbasis Visual………………………..……………… 10
4. Media Berbasis Audio Visual………………..……………… 12
5. Media Berbasis Komputer………………….………………. 13
BAB III (PENUTUPAN)
A. Kesimpulan………………………………………....……………… 14
DAFTAR RUJUKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Belajar adalah
suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang
hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang
dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan di
mana saja.
Interaksi yang
terjadi selama proses belajar tersebut di pengaruhi oleh lingkunganya, yang
antar lain terdiri atass murid, guru, petugas perpustakaan, kepala sekolah,
bahan atau materi pelajaran (buku, modul, selebaran, majalah, rekaman, video,
atau audio, dan yang sejenisnya), dan berbagai sumber belajar dan fasilitas
(proyektor, overhead, perekampita
audio, dan video, radio, televisi, komputer, perpustakaan, laboratorium, pusat
sumber belajar, dan lain-lain).
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam
pemanfaatanhasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru di tuntut agar
mampu menggunaka alat-alat yang dapat di sediakan, dan tidak
tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan zaman.
Di samping
mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga di tuntut untuk
mengembangkan ketrampilam membuat media pembelajaran yang akan digunakanya
apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu guru harus memiliki
pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan media ?
2.
Sebutkan jenis-jenis media ?
3.
Jelaskan langkah-langkah penyiapan media ?
C.
Tujuan Pembelajaran
1.
Mengetahui penjelasan dari
media
2.
Dapat menyebutkan
jenis-jenis media
3.
Dapat menjelaskan
langkah-langkah penyiapan media
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari
kata madiun yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar.[1]
Gagne menyataka bahwa “Media adalah berbagai jenis komponen dalam
lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.”
Heinich mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar
informasi antara sumber dan penerima. Jadi televisi, film, foto, radio, rekaman
audio, gambar yang di proyeksikan, bahan-bahan cetakan dan sejenisnya adalah
media komunikasi. Apabila media
tersebut membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau maksut-maksut pengajaran maka media itu di sebut
media pembelajaran.[2]
Briggs mengatakan bahwa “Media merupakan segala alat fisik yang
dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film, kaset,
film bingkai adalah contoh-contohnya. “
Menurut Asosiasi Pendidikan Nasional “Media adalah bentuk-bentuk
komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendaknya
di manipulasi, dapat dilihat, di dengar dan di baca.”
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media adalah sesuatu yang
dapat di gunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian
rupa sehingga proses belajar terjadi.
B.
Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Dengan mengetahui beberapa jenis media, seorang guru dapat memilih,
menggunakan serta memanfaatkan media tersebut agar di dalam proses belajar
mengajar dapat efektif dan efisien.[3]
1.
Media Grafis
Media Grafis
termasuk media visual. Sebagaimanahalnya media lain. Media grafis berfungsi
untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Secara khusus grafis
berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide,
mengilustrasikan/menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan/diabaikan
bila tidak digrafiskan. Jenis media grafis :
a.
Gambar/Foto
Gambar/Foto
adalah media yang paling umun di pakai. Dia merupakan bahasa yang umum, yang
dapat dimengerti dan di nikmati dimana-mana. Oleh karena itu, pepatah Cina
menyatakan “sebuah gambar berbicara lebih banyak daripada seribu kata.”
Beberapa kelebihan media Gambar/foto :
1)
Sifatnya konkret. Gambar/foto lebih realistis menunjukkan pokok
masalah dibandingkan dengan media verbal semata.
2)
Gambar dapat mengatasi ruang dan waktu.
3)
Media gambar/foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita
4)
Foto dapat memperjelas suatu masalah
5)
Foto harganya murah dan gampang didapat serta digunakan, tanpa
memerlukan peralatan khusus.
Beberapa
kelemahan gambar/foto :
1)
Gambar/foto hanya menekankan persepsi indera mata
2)
Gambar/foto benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk
kegiatan pembelajaran
3)
Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar
b.
Sketsa
Sketsa adalah
gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya
tanpa detail. Karena setiap orang yang normal dapat belajar menggambar, setiap
guru yang baik haruslah dapat menuangkan ide-idenya ke dalam bentuk sketsa.
Sketsa dapat dibuat secara cepat sementara guru menerangkan dapat pula dipakai
untuk tujuan tersebut.
c.
Diagram
Merupakan suatu
gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol, diagram atau
skema menggambarkan strukturdari objek secara garis besar. Diagram
menyederhanakan hal yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.
Kalau kita membeli pesawat radio atau pesawat televisi biasanya disertai
diagram yang menjelaskan secara garis besar cara kerja atau cara menggunakan
pesawat tersebut.
d.
Bagan/Chart
Bagan/Chart termasuk
media visual. Fungsi pokoknya adalah
menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara
tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan
butir-butir penting dari suatu presentasi.
e.
Poster
Poster tidak
saja penting untuk menyampaika kesan-kesan tertentu tetapi dia mampu pula untuk
mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.
Poster dapat
dibuat diatas kertas, kain, batang kayu, seng, dan semacamnya. Pemasangan bisa
di kelas, di luar kelas, di pohon, di tepi jalan, dan di majalah.
Poster yang baik hendaknya : sederhana, menyajikan satu ide dan
untuk mencapai satu tujuan pokok, berwarna, slogannya ringkas dan jitu,
tulisannya jelas, motif dan desain bervariasi.
2.
Media Audio
Media audio
berkaitan dengan indera pendengaran. Ada beberapa jenis media dapat kita
kelompokkan dalam media audio, antara lain : radio, alat perekam pita magnetik,
dan sebagainya.
a.
Radio
Kelebihan radio jika dibandingkan dengan media yang lain, yaitu :
1)
Harganya relatif murah dan variasi programnya lebih banyak daripada
televisi
2)
Sifatnya mudah dipindahkan
3)
Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak
4)
Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar
5)
Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, jangkauannya luas
Selain
kelebihan, ada kelemahan-kelemahan pula :
1)
Sifat komunikasinya hanya satu arah
2)
Biasanya siaran disentralisasikan sehingga guru tak dapat mengontrolnya
3)
Penjadwalan pelajaran dan siaran sering menimbulkan masalah.
Integrasi siaran radio ke dalam kegiatan belajar mengajar di kelas sering kali
menyulitkan
b.
Alat Perekam Pita Magnetik
Alat perekam pita magnetic disebut juga dengan tape recorder merupakan
salah satu media pendidkan yang tak dapat diabaikan untuk menyampaikan informasi,
karena mudah menggunakannya.
Beberapa kelebihan alat perekam sebagai berikut :
1)
Pita perekam dapat diputar berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume
2)
Rekaman dapat dihapus secara otomatis dan pitanya bisa dipakai lagi
3)
Pita rekaman dapat digunakan sesuai jadwal yang ada. Guru dapat
secara langsung mengontrolnya
4)
Program kaset dapat menyajikan kegiatan-kegiatan/hal-hal di luar
sekolah. (hasil wawancara /rekaman-rekaman kegiatan)
Kelemahan-kelemahannya
sebagai berikut :
1)
Daya jangkauannya terbatas
2)
Dari segi biaya pengadaannya bila untuk sasaran yang banyak jauh
lebih mahal
c.
Media Proyeksi Diam
Media ini
mempunyai persamaan dengan media grafis dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan
visual. Perbedaan yang jelas di antara mereka adalah pada media grafis dapat
secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan pada media
proyeksi, pesan tersebut harus diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat
oleh sasaran. Adakalanya media jenis ini disertai rekaman audio, tapi ada pula
yang hanya visual saja.
Beberapa jenis
proyeksi diam antara lain : film bingkai, film rangkai, overhead proyektor,
dll.
1)
Film bingkai
Merupakan suatu
film berukuran 35mm, yang biasanya dibungkus bingkai berukuran 2x2 inci
tersebut dari karton atau plastik. Sebagai suatu program, film bingkai sangat
bervariasi. Panjang pendek film bingkai, tergantung pada tujuan yang ingin
dicapai dan materi yang ingin disajikan.
Lamannya tiap gambar disorotkan ke layar tergantung pada
kebutuhan.dilihat dari ada tidaknya rekaman suara yang menyertainya, program
film bingkai bersuara termasuk dalam kelompok media Audio-Visual sedangkan
program tanpa suara termasuk dalam kelompok media visual.
Beberapa
keuntungan menggunakan film bingkai yaitu :
a)
Materi pelajaran yang sama dapat disebarkan keseluruih siswa secara
serentak
b)
Perhatian anak-anak dapat dipusatkan pada satu butir tertentu,
sehingga dapat menghasilkan keseragaman pengamatan
c)
Fungsi berfikir menonton dirangsang dan dikembangkan secara bebas
d)
Penyimpanannya film bingkai sangat mudah
e)
Film bingkai dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan indera.
f)
Program film bingkai bersuara dapat menjadi media yang sangat
efektif bila dibanding dengan media cetak yang berisi gambar yang sama. Ada
sesuatu yang seolah-olah menghipnotis audience/penonton sewaktu melihat gambar
yang di proyeksikan di layar di tempat yang gelap.
Film
bingkai juga mempunyai keterbatas dan kelemahan yang perlu kita ketahui :
a)
Dibanding dengan media audio yang lain misalnya TV dan film, film
bingkai memiliki kelemahan yaitu hanya mampu menyajikan objek-objek secara diam
b)
Bila tidak ada dayligh screen, penggunaan program slide suara
memerlukan ruangan yang gelap. Bila ruang tidak dapat digelapkan, gambar yang
diproyeksikan kurang jelas, sehingga penyajian film bingkai kurang memuaskan
c)
Dibandingkan dengan gambar, foto, bagan atau papan flanel pembuatan
film bingkai jauh lebih mahal biayanya.
C.
Langkah Penyiapan Media
Bila anda membuat program media pembelajaran anda di harapkan dapat
melakukannya dengan persiapan dan perencanaan yang teliti.[4]
1.
Media Berbasis Manusia
Media ini adalah media yang
tertua yang di gunakan untuk mengirimkan atau mengkomunikasikan pesan atau
informasi, contoh adari media ini yaitu: guru, instruktur, tutor, dan main
peran. Langkah penyiapanya adalah:
a. Merumuska masalah yang relefan
b. Mengidentifikasi pengetahuan dan ketrampilan
yang terkait untuk memecahkan masalah
c. Mengajarkan mengapa pengetahuan itu penting
dan bagaimana pengetahuan itu dapat di terapkan untuk pemecahan masalah
d. Tuntun eksplorasi siswa
e. Kembangkan masalah dalam konteks yang beragam
dengan tahapan tingkat kerumitan
f. Nilai pengetahuan siswa dengan memberikan
masalah untuk di pecahkan
2. Media Berbasis Cetakan
Media berbasis cetakan yang
paling umum di kenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan
lembaran lepas. Adapun langkah penyiapanya adalah:
a. Sajikan informasi dalam jumlah yang
selayaknya dan dapat dicerna, diproses, dan dikuasai. Informasi di bagi kedalam
kelompok-kelompok terkecil yang logis kira-kira antara 3 sampai 7
butir/kelompok. Semakin kompleks informasi itu, semakin sedikit jumlah butir
yang di tampilkan dalam sekali penyajian.
b. Pertimbangkan hasil pengamatan dan analisis
kebutuhan siswa dan siapkan latihan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
c. Pertimbangkan hasil analisis respon siswa,
bagaimana siswa menjawab pertanyaan atau mengerjakan latihan.
d. Siapkan kesempatan bagi siswa untukk dapat
belajar sesuai kemampuan dan kecepatan mereka.
e. Gunakan beragam jenis latihan dan evaluasi
seperti main peran, studi kasus, berlomba, atau simulasi.
3. Media Berbasis Visual
Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peran
yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar
pemahaman dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan
dapat memberikan hubungan antara isi materi pembelajaran dengan dunia nyata.
Ada beberapa prinsip umum
yang perlu diketahui untuk menyiapkan media berbasis visual sebagai berikut :
a. Usahakan visual itu
sederhana mungkin dengan menggunakan gambar garis, karton, bagan, dan diagram.
Gambar realistis harus digunakan secara hati-hati karena gambar yang amat rinci
dengan relisme sulit di proses dan dipelajari bahkan seringkali mengganggu
perhatian siswa untuk mengamati apa yang seharusnya diperhatikan.
b. Visual digunakan
untuk menekankan informasi sasaran (yang terdapat teks) sehingga pembelajaran
dapat terlaksana dengan baik.
c. Gunakan grafik untuk
menggambarkan ikhtisar keseluruhan materi sebelum menyajikan unit demi unit
pelajaran untuk digunakan oleh siswa mengorganisasikan informasi.
d. Ulangi sajian visual
dan libatkan siswa untuk meningkatkan daya ingat. Meskipun sebagian visual
dapat dengan mudah diperoleh informasinya, sebagian lagi memerlukan pengamatan
dengan hati-hati. Untuk visual yang kompleks siswa perlu diminta untuk
mengamatinya, kemudian mengungkapkan sesuatu mengenai visual tersebut setelah
menganalisis dan memikirkan informasi yang terkandung dalam visual itu. Jika
perlu, siswa diarahkan kepada informasi penting secara rinci.
e. Gunakan gambar untuk
melukiskan perbedaan konsep-konsep, misalnya dengan menampilkan konsep-konsep
yang divisualkan itu secara berdampingan.
f. Hindari visual yang
tak-berimbang.
g. Tekankan kejelasan
dan ketepatan dalam semua visual.
h. Visual yang
diproyeksikan harus dapat terbaca dan mudah dibaca.
i.
Visual, khususnya diagram, amat membantu untuk mempelajari materi yang
agak kompleks.
j.
Visual yang dimaksud untuk mengkomunikasikan gagasan khusus akan efektif
apabila :
1) Jumlah objek dalam
visual yang akan ditafsirkan dengan benar dijaga agar terbatas
2) Jumlah aksi terpisah
yang penting yang pesa-pesannya harus ditafsirkan dengan benar sebaiknya
terbatas dan,
3) Semua objek dan aksi
yang dimaksud dilukiskan secara realistik sehingga tidak terjadi penafsiran
ganda.
k. Unsur-unsur pesan
dalam visual itu harus ditonjolkan dan dengan mudah dibedakan dari unsur-unsur
latar belakang untuk mempermudah pengolahan informasi.
4. Media Berbasis Audio Visual
Media visual yang
menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk
memproduksinya. Salah satu pekerjaan penting yang diperlukan dalam media
audio-visual adalah penulisan naskah dan storyboard
yang memerlukan persiapan yang banyak, rancangan, dan penelitian.
Berikut ini adalah beberapa
petunjuk praktis untuk menulis naskah narasi.
a. Tulis singkat,
padat, dan sederhana.
b. Tulis seperti
menulis judul berita, pendek dan tepat, berirana, dan mudah diingat.
c. Tulisan tidak harus
berupa kalimat yang lengkap. Pikirkan frase yang dapat melengkapi visual atau
tuntun siswa kepada hal-hal penting.
d. Hindari istilah
teknis, kecuali jika istilah itu diberi batasan atau digambarkan.
e. Tulislah dalam
kalimat aktif.
f. Usahakan seiap
kalimat tidak lebih dari 15 kata. Diperkirakan setiap kalimat memakan waktu
satu tayangan visual kurang lebih 10 detik.
g. Setelah menulis
narasi, baca narasi itu dengan suara keras.
h. Edit dan revisi
naskah narasi itu sebagaimana perlunya.
Storyboard dikembangkan dengan
memperhatikan beberapa petunjuk di bawah ini.
a. Menetapkan jenis
visual apa yang akan digunakan untuk mendukung isi pelajaran, dan mulai
membuat sketsa.
b. Pikirkan bagian yang
akan diperhatikan audio dalam paket program. Audio bisa dalam bentuk : diam, sound effect khusus, suara latar
belakang, musik, dan narasi. Kombinasi suara akan dapat memperkaya paket
program itu.
c. Lihat dan yakinkan
bahwa seluruh isi pelajaran tercakup dalam storyboard.
d. Reviu storyboard sambil mengecek hal-hal
berikut :
1) Semua audio dan
grafik cocok dengan teks,
2) Pengantar dan
pendahuluan menanpilan penarikan materi,
3) Informasi penting
telah dicakup,
4) Urutan interaktif
telah digabungkan,
5) Strategi dan taktik
belajar telah digabungkan,
6) Narasi singkat padat,
7) Program mendukung
latihan-latihan,
8) Alur dan organisasi
program mudah diikuti dan dimengerti.
e. Kumpul dan paparkan
semua storyboard sehingga dapat
terlihat sekaligus.
f. Kumpulan anggota tim
produksi untuk mereviu dan mengetik storyboad
.
g. Catat semua
komentar, kritik, dan saran-saran.
h. Revisi untuk
persiapan akhir sebelum memulai produksi.
5. Media Berbasis Komputer
Sebuah media di katakan berbasis computer
apabila dalam penggunaannya menggunakan komputer sebagai media
pembelajaran. Penggunaan computer sebagai media pembelajaran secara umum
mengikuti proses instruksional sebagai berikut :
a. Merencanakan,
mengatur dan mengorganisasikan, dan menjadwalkan pengajaran.
b. Mengevaluasi siswa
(tes).
c. Mengumpulkan data
mengenai siswa.
d. Melakukan analisis
statistik mengenai data pembelajaran.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Media adalah sesuatu yang dapat di gunakan untuk menyalurkan pesan
dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses
belajar terjadi.
1. Media Grafis
2. Media Audio
1.
Media Berbasis Manusia
2.
Media Berbasis Cetakan
3.
Media Berbasis Visual
4. Media Berbasis Audio Visual
5.
Media Berbasis Komputer
[1] Wina Sanjaya. 2009. Perencanaan
dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana. Hlm 204
[2] Azhar Arsyad. 2007. Media
Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Hlm 4
[3] Ahmad Rohani. 1997. Media
Instruksional Edukatif. Jakarta: PT Rineka Cipta. Hlm 35
[4] Arif S. Sadiman, dkk. 1900. Media
Pendidikan: pengertian, pengembangan, dan pemanfatanya. Jakarta: Rajawali.
Hlm 99
[5] Ibid., Azhar Arsyad. 2007. Media...,
Hlm 82-96
DAFTAR PUSTAKA
Wina Sanjaya. 2009.
Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran.
Jakarta: Kencana. Hlm 204
Azhar Arsyad. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Hlm 4
Ahmad Rohani. 1997.
Media Instruksional Edukatif.
Jakarta: PT Rineka Cipta. Hlm
Arif S. Sadiman, dkk. 1900. Media Pendidikan: pengertian, pengembangan, dan pemanfatanya.
Jakarta: Rajawali. Hlm 99